Data Fisik dan produk

DATA FISIK DAN PRODUK

Produk Amoniak  yang digunakan secara komersial disebut  ammonia anhidrat. Istilah ini menunjukkan tidak adanya air pada bahan tersebut. Design konsentrasi amoniak  di KPI adalah 99.90 %, namun pada kenyataannya KPI berhasil membuat konsentrasi amoniak hingga 99.97%.

Lokasi Pabrik : Industrial Area PT Kaltim Industrial Estate Bontang, East Kalimantan, Indonesia

Kontraktor: Mitsubishi Heavy Industries, LTD(Jepang)

Lisensi proses : Haldor Topsoe A / S (Denmark)

Kapasitas Tangki Amoniak : 40,000 MT (bersih)

Kapasitas Jetty Amoniak : 35,000 DWT Ship

Luas Area pabrik : ± 8 hektar

SKEMA PROSES PRODUKSI

Langkah awal proses pembuatan amoniak adalah persiapan dengan membuang kandungan sulfur di dalam gas alam karena sulfur merupakan racun bagi katalis di unit primary reformer. Untuk mendapatkan kandungan hidrogen, gas alam dilakukan pemecahan rantai karbon di unit primary reformer dan secondary reformer.

Nitrogen yang didapat dari udara bebas disertakan dalam aliran gas mulai dari unit secondary reformer. Nitrogen tidak akan bereaksi hingga sampai pada reaktor amoniak.

Gas alam yang masih mengandung unsur karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) yang akan merusak katalis dalam reaktor amoniak, dilewatkan ke unit removal untuk dilakukan proses pemurnian. Sebelum masuk ke unit utama pembuatan amoniak yaitu reaktor amoniak, maka karbon monoksida dan karbon dioksida yang masih tersisa direaksikan kembali ke dalam unit methanator , supaya gas yang akan masuk ke dalam reaktor amoniak benar-benar murni dan menghasilkan amoniak dengan tingkat effisien yang tinggi.

Dengan komposisi hidrogen dan nitrogen sebanyak 3:1, maka terjadilah amoniak (NH3) pada reaktor amoniak. Selanjutnya melalui proses amoniak sintesis dan refrigerasi, akan didapat produk berupa amoniak dalam bentuk cair.

Amoniak cair yang dihasilkan disimpan dalam sebuah tangki penyimpanan khusus pada suhu -33 °C.